Di tengah meningkatnya tekanan publik Yaman terhadap Dewan Kepresidenan atau PLC, sebuah foto Tarik Saleh bersama Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman mendadak menjadi sorotan luas. Gambar tersebut muncul saat wacana evaluasi bahkan perombakan anggota PLC yang dinilai mbalelo terhadap keputusan Ketua PLC Rashad Al Alimi semakin menguat.
Publik Yaman sejak beberapa waktu terakhir menyoroti sikap Tarik Saleh dan tiga anggota PLC lain yang dianggap pro-STC. Mereka sebelumnya secara terbuka mengkritik keputusan Al Alimi yang mendorong keluarnya Uni Emirat Arab dari Yaman, sebuah langkah yang dinilai sensitif di tengah konfigurasi perang dan negosiasi regional.
Kritik terbuka itu memicu persepsi adanya pembangkangan internal. Di media sosial dan forum-forum politik Yaman, muncul desakan agar para anggota PLC tersebut dievaluasi, bahkan direshuffle, demi menjaga soliditas kepemimpinan di tingkat nasional.
Namun, dinamika ini tidak berdiri di ruang hampa. Tarik Saleh bukan sekadar figur politik, melainkan juga aktor militer dengan basis kekuatan nyata di Mokha dan sekitarnya. Basis ini diperkirakan memiliki sekitar 80 satuan pasukan yang solid dan berpengaruh di jalur strategis Laut Merah.
Kekuatan militer tersebut membuat PLC berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi, tekanan publik menuntut ketegasan terhadap anggota yang dianggap melawan garis komando. Di sisi lain, keputusan tergesa dapat memicu friksi baru yang berisiko mengganggu stabilitas medan.
Di sinilah makna foto Tarik Saleh bersama Menteri Pertahanan Saudi dibaca publik. Bagi banyak warga Yaman, gambar tersebut bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa, melainkan sinyal politik yang kuat tentang posisi dan perlindungan.
Pertemuan itu, sebagaimana dinyatakan Tarik Saleh, membahas perkembangan situasi Yaman serta upaya bersama mendukung stabilitas dan keamanan kawasan. Bahasa yang digunakan bernada persaudaraan dan kerja sama, namun konteks waktunya membuat pesan itu terasa jauh lebih politis.
Di mata pendukung Tarik Saleh, foto tersebut dipandang sebagai legitimasi regional. Mereka menilai Riyadh masih mengakui peran Tarik Saleh sebagai aktor penting di Yaman, terlepas dari polemik internal PLC.
Sebaliknya, bagi sebagian publik yang kritis, foto itu dibaca sebagai bentuk tekanan halus terhadap PLC. Saudi seolah ingin menyampaikan bahwa setiap langkah terhadap Tarik Saleh harus diperhitungkan dengan matang.
Rumor yang beredar memperkuat tafsir tersebut. Disebutkan bahwa posisi-posisi yang sebelumnya dikaitkan dengan kehadiran UAE di sekitar Mokha dan pulau-pulau sekitarnya kini telah ditempati atau berada di bawah pengaruh Saudi. Jika benar, maka Tarik Saleh berada di ruang pengaruh langsung Riyadh.
Kondisi ini menempatkan Tarik Saleh dalam posisi tawar yang relatif kuat. Foto bersama Menteri Pertahanan Saudi menjadi simbol bahwa ia tidak terisolasi, baik secara militer maupun diplomatik.
Bagi PLC, pesan yang terbaca publik adalah kehati-hatian. Setiap wacana reshuffle terhadap Tarik Saleh tidak hanya berdampak internal, tetapi juga menyentuh kepentingan regional yang lebih luas.
Di level akar rumput Yaman, foto tersebut memunculkan perdebatan baru. Sebagian melihatnya sebagai upaya menjaga keseimbangan kekuatan, sementara yang lain menilainya sebagai bukti bahwa keputusan politik Yaman masih sangat dipengaruhi faktor eksternal.
Makna lain yang ditangkap publik adalah soal legitimasi masa depan. Dengan menampilkan kedekatan bersama Riyadh, Tarik Saleh seolah memproyeksikan dirinya tetap relevan dalam skema politik Yaman pascaperang.
Foto itu juga menggeser fokus dari isu pembangkangan ke isu stabilitas. Narasi yang dibangun bukan lagi tentang siapa melawan siapa di dalam PLC, melainkan tentang siapa yang mampu menjamin keamanan wilayah strategis.
Di media Yaman, analisis pun berkembang bahwa gambar tersebut berfungsi sebagai “perisai politik”. Ia meredam desakan keras untuk reshuffle dengan menunjukkan adanya pertimbangan keamanan yang lebih besar.
Rashad Al Alimi dan PLC kini berada di persimpangan. Menindak desakan publik berarti berisiko mengganggu keseimbangan militer, sementara mengabaikannya bisa menurunkan kepercayaan rakyat.
Dalam konteks inilah foto Tarik Saleh bersama Menteri Pertahanan Saudi menjadi simbol ambigu. Ia bisa dibaca sebagai jaminan stabilitas, atau sebagai pengingat akan keterbatasan kedaulatan keputusan internal.
Yang jelas, bagi publik Yaman, foto tersebut bukan sekadar dokumentasi pertemuan. Ia adalah pesan visual tentang kekuasaan, aliansi, dan batas-batas keputusan politik di tengah konflik yang belum usai.
Akhirnya, makna foto itu mencerminkan realitas Yaman hari ini. Politik, militer, dan diplomasi saling bertaut erat, dan satu gambar mampu mengubah arah wacana nasional hanya dalam hitungan jam.
0 komentar :
Posting Komentar