Kemarahan Muslim Kurdi Irak Protes SDF Pelecahan Simbol Agama di Suriah

Ribuan warga Muslim Kurdi di Erbil, Irak, hari ini turun ke jalan dalam aksi protes besar-besaran. Mereka menentang tindakan elemen milisi non-muslim SDF/PKK yang dinilai menodai simbol agama Islam.

Aksi ini dipicu oleh laporan bahwa sejumlah milisi SDF/PKK di kota Hasakah, Suriah, telah memutar lagu-lagu nasionalis Kurdi dari menara-menara masjid. Perbuatan ini dianggap warga sebagai bentuk penghinaan terhadap agama dengan tujuan mendorong perang agama dengan nuansa anti Islam antara PKK dan warga Arab setempat.

Warga Kurdi di Irak menegaskan bahwa masjid adalah tempat suci yang harus dijaga kehormatannya. Mereka menilai penggunaan masjid sebagai media propaganda politik bertentangan dengan prinsip agama Islam.

Pemerintah lokal di Erbil menyatakan aksi protes berlangsung damai meski diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan. Demonstran membawa spanduk dan poster bertuliskan penolakan terhadap pelanggaran simbol agama.

Beberapa tokoh agama Kurdi juga hadir untuk memberikan orasi, menekankan pentingnya menjaga kesucian masjid dan menentang segala bentuk politisasi tempat ibadah, apalagi pimpinan SDF tidak pernah terbuka meminta maaf.

Pengamat politik Suriah dan Irak menilai bahwa kejadian ini menyoroti ketegangan antara milisi Kurdi bersenjata dengan masyarakat sipil Kurdi Muslim yang menolak ideologi separatis PKK.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kerumunan massa berjalan di jalan-jalan utama Erbil sambil mengangkat tangan ke atas dan meneriakkan slogan menentang SDF.

Warga menganggap peristiwa di Hasakah sebagai pelecehan terhadap nilai-nilai Islam dan identitas komunitas, sehingga memicu reaksi emosional di wilayah Kurdi Irak.

Aksi ini berlangsung damai, namun aparat keamanan Erbil tetap menurunkan sejumlah personel untuk memastikan ketertiban dan menghindari bentrokan.

Beberapa demonstran menuntut agar milisi SDF/PKK bertanggung jawab dan meminta pengadilan internasional meninjau pelanggaran simbol agama ini.

Selain itu, warga juga menyerukan agar komunitas internasional menekan milisi untuk menghormati hak-hak sipil dan kebebasan beragama di wilayah Suriah utara.

Reaksi masyarakat menunjukkan adanya perpecahan di kalangan Kurdi sendiri, antara mereka yang mendukung milisi dan yang menolak politisasi agama.

Sejumlah analis menilai kejadian ini bisa meningkatkan tekanan sosial terhadap SDF, terutama di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam Sunni.

Pihak berwenang di Suriah belum memberikan komentar resmi terkait penggunaan menara masjid untuk propaganda lagu nasionalis Kurdi.

Beberapa organisasi hak asasi manusia menekankan bahwa setiap bentuk penghinaan terhadap simbol agama harus diselidiki dan ditindak tegas.

Warga juga meminta agar pemerintah Irak dan otoritas lokal Kurdi menegakkan hukum terhadap pelanggaran yang dilakukan milisi bersenjata.

Demonstrasi hari ini menandai salah satu protes terbesar di Erbil sejak beberapa tahun terakhir terkait isu agama dan identitas komunitas.

Pengamat menilai aksi ini juga bisa memengaruhi hubungan politik antara pemerintah Kurdi di Irak dan SDF di Suriah timur laut.

Beberapa kelompok sipil mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan menyampaikan aspirasi secara damai, menghindari tindakan kekerasan yang dapat merusak citra komunitas Kurdi Muslim.

Aksi protes di Erbil diperkirakan akan memicu diskusi lebih luas di parlemen regional dan forum-forum politik mengenai pengaruh milisi SDF terhadap kehidupan sipil dan simbol agama.

Ribuan warga Kurdi menegaskan bahwa mereka menolak segala bentuk politisasi agama dan menuntut penghormatan terhadap norma-norma sosial dan keagamaan, terutama di wilayah yang pernah menjadi pusat kontroversi milisi SDF/PKK.

Share on Google Plus

About peace

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :